Kenapa Anjing Harus Dipotong Kukunya Secara Rutin?
Banyak pemilik hewan peliharaan menganggap potong kuku anjing hanya soal penampilan. Padahal, kebiasaan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan anabul. Kuku yang terlalu panjang bisa menyebabkan luka, nyeri, bahkan gangguan berjalan.
Oleh karena itu, memahami kapan dan bagaimana cara memotong kuku anjing dengan benar menjadi bagian penting dari perawatan rutin di rumah.
🐾 Mengapa Potong Kuku Anjing Itu Penting
Kuku anjing terus tumbuh layaknya kuku manusia. Jika tidak dipangkas secara berkala, kuku bisa menekan bantalan kaki dan mengubah posisi berjalan anjing. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan cedera pada sendi.
Beberapa alasan pentingnya potong kuku anjing antara lain:
- Mencegah luka pada kaki: Kuku panjang bisa menusuk bantalan kaki saat berjalan.
- Menghindari infeksi: Kuku yang patah atau robek bisa menjadi pintu masuk bakteri.
- Menjaga postur tubuh: Kuku panjang membuat anjing berjalan tidak seimbang.
- Meningkatkan kenyamanan: Anabul lebih bebas bergerak tanpa rasa sakit.
- Mencegah kerusakan di rumah: Lantai, sofa, dan baju pemilik bisa tergores kuku panjang.
Selain itu, kuku yang terawat juga menandakan anjing berada dalam kondisi sehat dan terurus dengan baik.
🐶 Ciri-Ciri Kuku Anjing yang Terlalu Panjang
Tidak semua pemilik menyadari kapan waktu yang tepat untuk memotong kuku. Namun, ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan:
- Anjing terdengar “klik-klik” saat berjalan di lantai keras.
- Kuku melengkung ke dalam hingga hampir menyentuh bantalan kaki.
- Anjing tampak enggan berjalan atau sering menjilat kakinya.
- Saat bermain, kuku mudah tersangkut di karpet atau kain.
Jika kamu menemukan satu atau lebih tanda di atas, itu artinya sudah saatnya melakukan perawatan kuku.
✂️ Seberapa Sering Kuku Anjing Harus Dipotong?
Frekuensi pemotongan tergantung pada aktivitas dan jenis anjing. Anjing yang sering berjalan di luar ruangan biasanya kukunya lebih cepat aus secara alami.
Panduan umum pemotongan:
- Anjing kecil indoor: setiap 2–3 minggu sekali.
- Anjing besar aktif: setiap 4–6 minggu.
- Ras dengan kuku cepat tumbuh (seperti Poodle): bisa lebih sering.
💡 Tips: Periksa kuku anjing setidaknya seminggu sekali agar kamu tahu kapan waktunya memotong.
🧰 Peralatan yang Dibutuhkan untuk Potong Kuku
Agar proses pemotongan aman dan nyaman, siapkan peralatan yang sesuai. Hindari menggunakan gunting kuku manusia karena bentuknya tidak cocok dengan kuku anjing.
Peralatan yang direkomendasikan:
- Dog Nail Clipper: tersedia dalam model guillotine atau gunting.
- Kikir atau Grinder: untuk merapikan ujung kuku setelah dipotong.
- Obat antiseptik: digunakan jika terjadi pendarahan kecil.
- Snack atau treat: sebagai hadiah agar anabul tetap tenang.
Baca juga: [Essential Kit Pet Owner Baru: Dari Sisir hingga Vitamin]
🪶 Langkah Aman Memotong Kuku Anjing di Rumah
Memotong kuku bisa jadi menegangkan, terutama jika anabul tidak terbiasa. Oleh karena itu, lakukan secara perlahan dan lembut.
1. Persiapkan Anabul
Pastikan anjing dalam kondisi tenang. Ajak bermain sebentar atau berikan snack agar suasana lebih rileks.
2. Kenali Area Quick (Pembuluh Darah di Kuku)
Quick adalah bagian merah muda di dalam kuku. Jika terkena, anabul akan kesakitan dan berdarah. Hindari memotong terlalu dalam.
3. Potong Sedikit Demi Sedikit
Gunakan nail clipper khusus anjing dan potong kuku sedikit demi sedikit dari ujungnya.
4. Perhatikan Reaksi Anabul
Jika anjing tampak gelisah atau menarik kakinya, hentikan sejenak dan tenangkan.
5. Kikir Ujungnya Agar Halus
Setelah pemotongan, gunakan kikir agar kuku tidak tajam atau kasar.
6. Berikan Reward
Akhiri sesi dengan pujian atau treat agar anabul memiliki asosiasi positif dengan aktivitas ini.
💡 Tips tambahan: Jika kamu tidak yakin, bawa ke groomer profesional seperti Pup.Pet Care Grooming, yang sudah berpengalaman memotong kuku anjing berbagai ras.
🩸 Apa yang Harus Dilakukan Jika Kuku Berdarah?
Jangan panik! Pendarahan kecil bisa diatasi dengan cepat jika kamu tahu caranya.
Langkah pertolongan pertama:
- Tekan area kuku yang berdarah dengan kapas steril.
- Gunakan serbuk penahan darah (styptic powder) atau tepung maizena.
- Biarkan anabul tenang dan hindari menjilat area luka.
- Jika darah tidak berhenti dalam 10 menit, segera bawa ke dokter hewan.
Dengan latihan dan kesabaran, kamu akan semakin percaya diri melakukan perawatan ini di rumah.
🦴 Kesalahan Umum Saat Potong Kuku Anjing
Beberapa pemilik melakukan kesalahan yang justru membuat anabul trauma. Berikut hal-hal yang perlu dihindari:
- Memotong terlalu dalam hingga mengenai quick.
- Tidak menenangkan anabul sebelum mulai.
- Menggunakan alat tumpul atau salah jenis clipper.
- Tidak memeriksa setiap kuku dengan hati-hati.
- Memotong sekaligus terlalu banyak bagian.
Oleh karena itu, lakukan secara perlahan, gunakan alat tajam, dan biasakan dengan rutinitas singkat tapi rutin.
🧴 Perawatan Tambahan Setelah Potong Kuku
Agar hasil lebih maksimal, perhatikan perawatan setelah pemotongan:
- Bersihkan kuku dengan tisu lembab atau antiseptik.
- Oleskan vitamin kuku atau pelembap agar tidak pecah.
- Pastikan anabul berjalan normal setelahnya.
- Periksa ulang kuku dalam 1–2 hari untuk memastikan tidak ada iritasi.
Selain itu, rajinlah memeriksa kuku dewclaw (kuku jempol di kaki depan) karena sering terlewat dan bisa tumbuh melingkar ke dalam.
Sumber umum: Wikipedia – Dog Nail Trimming
❤️ Kesimpulan: Potong Kuku, Bukan Sekadar Perawatan, tapi Kebutuhan
Kini kamu tahu bahwa potong kuku anjing bukan hanya untuk estetika, tapi juga untuk kesehatan dan kenyamanan. Kuku yang pendek menjaga postur berjalan, mencegah luka, dan membuat anabul lebih aktif bermain.
🐶✨
Dengan sedikit latihan dan kesabaran, kamu bisa melakukannya sendiri di rumah. Namun, jika merasa ragu, percayakan pada groomer profesional Pup.Pet Care untuk hasil yang lebih aman dan rapi.
Yuk, jadikan potong kuku sebagai bagian dari rutinitas grooming anabulmu!


