Kesalahan pemilik sugar glider sering terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai kebutuhan hewan kecil ini. Banyak pemula menganggap sugar glider mudah dirawat seperti hamster, padahal kebutuhan mereka jauh berbeda. Selain itu, kesalahan kecil dalam pola makan, kandang, atau interaksi dapat berdampak besar pada kesehatan dan emosi sugar glider. Oleh karena itu, memahami kesalahan pemilik sugar glider sangat penting sebelum atau saat mulai memeliharanya.
Kesalahan dalam Memahami Perilaku Sugar Glider
Pemula sering salah menafsirkan perilaku sugar glider.
Selain itu, perilaku mereka yang aktif di malam hari sering dianggap aneh.
Menganggap Sugar Glider Hewan yang Tenang
Sugar glider sangat aktif pada malam hari.
Oleh karena itu, mereka bukan hewan yang hanya duduk diam sepanjang hari.
Kesalahan yang sering muncul:
- Tidak memberikan waktu bermain.
- Mengira sugar glider malas padahal sedang tidur siang.
- Mengganggu mereka saat tidur sehingga membuat stres.
Tidak Menyadari Pentingnya Ikatan Sosial
Sugar glider adalah hewan koloni.
Oleh karena itu, mereka tidak cocok dipelihara sendirian.
Dampak dari dipelihara sendiri:
- Mudah stres.
- Menjadi agresif.
- Risiko kesehatan menurun.
Baca juga: [Panduan Perawatan Sugar Glider untuk Pemula]
Kesalahan Terkait Kandang dan Lingkungan
Lingkungan yang salah dapat menyebabkan stres.
Selain itu, kandang yang terlalu kecil menghambat gerak sugar glider.
Kandang Terlalu Kecil dan Tidak Tinggi
Sugar glider membutuhkan ruang vertikal.
Misalnya, kandang burung lebih cocok dibandingkan kandang hamster.
Ciri kandang yang salah:
- Lebar sempit tanpa ruang panjat.
- Minim akses bermain.
- Tidak memiliki pouch yang nyaman.
Kurang Menjaga Kebersihan Kandang
Kandang kotor memicu penyakit.
Oleh karena itu, pemilik harus rutin membersihkan.
Kesalahan umum:
- Jarang mengganti pouch.
- Tidak membersihkan sisa buah.
- Mengabaikan bau kotoran.
Kesalahan dalam Memberikan Makanan
Diet salah adalah kesalahan pemilik sugar glider paling sering terjadi.
Selain itu, mereka membutuhkan nutrisi yang seimbang.
Memberi Makanan Manis Berlebihan
Sugar glider memang suka makanan manis.
Namun, gula berlebih berbahaya bagi kesehatan mereka.
Dampak negatif:
- Obesitas.
- Gangguan ginjal.
- Penurunan energi.
Tidak Memberikan Protein yang Cukup
Protein penting untuk pertumbuhan.
Misalnya, mereka membutuhkan serangga kecil sebagai asupan.
Contoh protein aman:
- Jangkrik.
- Ulat hongkong (secukupnya).
- Telur rebus.
Tidak Menyediakan Air Bersih Setiap Hari
Sugar glider membutuhkan hidrasi.
Oleh karena itu, air minum harus diganti setiap hari.
Kesalahan yang terjadi:
- Menggunakan wadah kotor.
- Membiarkan air keruh.
- Tidak menyediakan air sama sekali.
Kesalahan dalam Interaksi dan Bonding
Bonding membantu membangun kepercayaan.
Namun, pemula sering melakukan pendekatan yang salah.
Memaksa Sugar Glider untuk Berinteraksi
Sugar glider membutuhkan waktu untuk percaya.
Selain itu, pendekatan agresif akan membuat mereka takut.
Kesalahan umum:
- Mengambil paksa dari pouch.
- Terlalu sering disentuh saat belum siap.
- Suara keras saat mendekati mereka.
Tidak Menggunakan Bonding Pouch
Bonding pouch membantu membangun hubungan.
Misalnya, Anda bisa membawanya sambil beraktivitas.
Manfaat bonding pouch:
- Membantu sugar glider mengenali aroma pemilik.
- Memberi rasa aman.
- Mempercepat proses adaptasi.
Kesalahan Terkait Kesehatan Sugar Glider
Perawatan kesehatan sering diabaikan.
Selain itu, pemilik baru menganggap mereka tidak membutuhkan pemeriksaan.
Tidak Mengenali Tanda-Tanda Sakit
Sugar glider mudah menyembunyikan sakit.
Oleh karena itu, pemilik perlu peka.
Tanda sugar glider sakit:
- Nafsu makan menurun.
- Tidak aktif saat malam.
- Berat badan turun.
- Bulu rontok abnormal.
Tidak Memberikan Suplemen yang Dibutuhkan
Sugar glider membutuhkan kalsium.
Tanpa suplemen, risiko penyakit tulang meningkat.
Sumber umum seperti Wikipedia dapat membantu menjelaskan kebutuhan nutrisi marsupial.
Checklist Kesalahan Pemilik Sugar Glider yang Harus Dihindari
Gunakan daftar berikut sebagai panduan:
- Tidak memelihara secara berpasangan.
- Kandang kecil dan kurang bersih.
- Makanan manis berlebihan.
- Kurang protein.
- Memaksa interaksi.
- Tidak menggunakan bonding pouch.
- Mengabaikan tanda sakit.
- Tidak mengganti air harian.
Baca juga: [Cara Membedakan Sugar Glider Jantan dan Betina]
Penutup
Kesalahan pemilik sugar glider dapat berdampak besar pada kesehatan dan perilaku hewan kecil ini. Selain itu, pemahaman yang tepat membantu pemilik memberikan perawatan terbaik. Oleh karena itu, hindari kesalahan umum ini agar sugar glider tetap sehat, aktif, dan bahagia.
Ingin belajar lebih banyak tentang sugar glider? Temukan panduan lainnya di website Anda dan tingkatkan kualitas perawatan anabul eksotis kesayangan Anda!


