Perbedaan rescue dan shelter sering kali membingungkan banyak orang, terutama saat membahas penanganan hewan terlantar. Selain itu, keduanya memang memiliki tujuan sama, yaitu membantu hewan yang membutuhkan. Namun, sistem kerja, proses penyelamatan, hingga kemampuan fasilitasnya sangat berbeda. Oleh karena itu, penting memahami peran rescue dan shelter agar tidak salah paham dalam memberikan dukungan ataupun adopsi.
Apa yang Dimaksud dengan Animal Rescue?
Animal rescue adalah komunitas atau individu yang fokus menyelamatkan hewan dari kondisi darurat. Misalnya, hewan terluka di jalan, hewan korban kekerasan, atau hewan yang terjebak.
Selain itu, rescue biasanya bergerak secara mandiri tanpa fasilitas besar.
Ciri utama animal rescue:
- Berbasis relawan.
- Bergerak cepat di lapangan.
- Menggunakan dana pribadi atau donasi.
- Tidak memiliki tempat penampungan besar.
Baca juga: [Apa Itu Animal Rescue? Peran Relawan dalam Menolong Hewan Jalanan]
Apa yang Dimaksud dengan Shelter Hewan?
Shelter adalah tempat penampungan resmi untuk menampung hewan terlantar dalam jumlah lebih besar. Selain itu, shelter biasanya memiliki sistem administrasi lebih rapi.
Ciri utama shelter:
- Memiliki bangunan atau fasilitas penampungan.
- Menampung puluhan hingga ratusan hewan.
- Mempekerjakan staf tetap.
- Mendapat dukungan lembaga atau pemerintah (di beberapa negara).
Menurut sumber umum seperti Wikipedia, shelter berfungsi sebagai pusat penampungan hewan sebelum diadopsi atau direhabilitasi.
Perbedaan Rescue dan Shelter Berdasarkan Fungsi Utama
1. Fokus Kerja
Rescue berfokus pada penyelamatan darurat. Shelter berfokus pada penampungan jangka menengah hingga panjang.
Perbedaan jelasnya:
- Rescue: turun langsung menyelamatkan hewan.
- Shelter: menyediakan tempat aman bagi hewan yang sudah diselamatkan.
Selain itu, rescue lebih mobile, sementara shelter bersifat menetap.
2. Struktur Organisasi
Rescue biasanya kecil dan berisi relawan. Shelter umumnya memiliki struktur lebih resmi.
Shelter memiliki:
- Petugas administrasi.
- Tim kebersihan.
- Tenaga medis atau akses dokter hewan.
Di sisi lain, rescue mengandalkan komunikasi cepat dan kerja tim relawan.
3. Sumber Pendanaan
Pendanaan rescue lebih terbatas. Sedangkan shelter punya lebih banyak sumber.
Sumber dana rescue:
- Donasi pribadi.
- Relawan.
- Open donation kecil.
Sumber dana shelter:
- Lembaga.
- Sponsor.
- Program adopsi.
- Event komunitas.
Oleh karena itu, shelter biasanya lebih stabil secara finansial.
Perbedaan Rescue dan Shelter Berdasarkan Proses Kerja
1. Proses Penyelamatan
Rescue bertugas mengevakuasi hewan dari bahaya. Shelter tidak melakukan penyelamatan langsung.
Tugas rescue saat penyelamatan:
- Menilai kondisi hewan.
- Mengamankan hewan yang agresif atau takut.
- Membawa hewan ke dokter atau tempat aman.
Sementara itu, shelter menunggu hewan diserahkan atau ditemukan oleh masyarakat.
2. Penanganan Medis
Rescue memberikan perawatan darurat terlebih dahulu. Shelter menyediakan perawatan lanjutan.
Penanganan medis di rescue:
- Pertolongan pertama.
- Perawatan dasar.
- Akses klinik secara mandiri.
Penanganan medis di shelter:
- Vaksinasi rutin.
- Sterilisasi massal.
- Perawatan jangka panjang.
Selain itu, shelter bekerja lebih terstruktur dalam hal rekam medis hewan.
3. Tempat Tinggal Hewan
Rescue biasanya mengandalkan fostering (penampungan sementara). Shelter memiliki kandang dan ruangan khusus.
Perbedaan utamanya:
- Rescue: rumah relawan.
- Shelter: bangunan permanen.
Selain itu, foster memberikan suasana rumah yang lebih hangat bagi hewan pemalu.
Perbedaan Berdasarkan Kapasitas Hewan
1. Jumlah Hewan
Shelter menampung banyak hewan, sedangkan rescue fokus pada kasus tertentu.
Contoh situasi:
- Rescue: mengevakuasi kucing sakit di jalan.
- Shelter: menampung 50–200 hewan sekaligus.
Oleh karena itu, shelter menjadi tujuan akhir setelah rescue selesai menolong di lapangan.
2. Jenis Hewan
Shelter menerima hewan lebih beragam. Rescue lebih spesifik.
Rescue biasanya fokus pada:
- Kucing jalanan.
- Anjing terlantar.
- Kasus darurat.
Shelter bisa menampung:
- Anjing.
- Kucing.
- Kelinci.
- Burung.
- Hewan eksotik tertentu.
Selain itu, shelter memiliki fasilitas adaptasi untuk berbagai jenis hewan.
Perbedaan Rescue dan Shelter Berdasarkan Program Kerja
1. Edukasi Publik
Shelter memiliki program edukasi lebih formal. Rescue mengedukasi lewat pengalaman lapangan.
2. Kampanye Sterilisasi
Shelter sering mengadakan program sterilisasi besar. Rescue membantu mengajak masyarakat untuk ikut serta.
3. Proses Adopsi
Shelter menjalankan sistem adopsi lebih terstruktur. Rescue melakukan pendekatan lebih personal.
Kesalahpahaman Umum tentang Rescue dan Shelter
1. Banyak Orang Mengira Rescue dan Shelter Sama
Padahal, keduanya bekerja di tahapan berbeda. Rescue menyelamatkan, shelter menampung.
2. Mengira Semua Hewan Diambil oleh Rescue
Rescue hanya menangani kasus darurat. Banyak hewan justru ditampung oleh shelter.
3. Menganggap Shelter Adalah Tempat Negatif
Padahal, banyak shelter modern sangat bagus dan higienis.
Cara Mendukung Rescue dan Shelter
1. Donasi
Keduanya membutuhkan dana besar untuk operasional.
2. Fostering
Rescue sangat membutuhkan foster. Shelter juga memerlukan rumah sementara untuk hewan tertentu.
3. Volunteer
Anda bisa membantu dalam berbagai bentuk, misalnya administrasi, transportasi, atau konten edukasi.
Penutup: Rescue dan Shelter Sama-Sama Penting dalam Menolong Hewan
Perbedaan rescue dan shelter memang cukup besar, namun keduanya saling melengkapi. Selain itu, keduanya memiliki peran penting dalam menyelamatkan dan menampung hewan yang membutuhkan. Oleh karena itu, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar semakin banyak hewan bisa ditolong dan mendapatkan hidup lebih baik.
Ingin membaca artikel edukasi lain seputar anabul? Jelajahi konten kami dan temukan informasi menarik lainnya!


