Masalah kulit seperti scabies dan kutu sering membuat pemilik hewan panik. Keduanya memang sama-sama menyebabkan gatal parah dan kerontokan bulu, tetapi penanganannya berbeda. Mengetahui cara menangani scabies kutu dengan benar sangat penting agar anabul cepat sembuh dan tidak menularkannya ke hewan lain β bahkan manusia.
Artikel ini akan membahas perbedaan antara scabies dan kutu, cara mengenalinya, serta langkah-langkah efektif untuk mengatasinya di rumah.
πΎ Apa Itu Scabies dan Kutu?
Sebelum mengetahui cara penanganan, mari pahami dulu apa bedanya kedua penyebab gatal ini.
Scabies (Kudis pada Hewan)
Scabies disebabkan oleh tungau mikroskopis bernama Sarcoptes scabiei. Tungau ini menggali kulit dan menyebabkan iritasi hebat, luka, dan kerontokan bulu.
Ciri khas scabies:
- Kulit kemerahan dan bersisik.
- Gatal ekstrem hingga hewan terus menggaruk.
- Telinga, siku, dan perut sering menjadi area pertama yang terinfeksi.
- Bulu rontok dan kulit menebal.
Kutu (Flea atau Lice)
Sementara itu, kutu adalah parasit kecil yang hidup di permukaan kulit dan menghisap darah. Mereka bisa berpindah dari satu hewan ke hewan lain dengan cepat.
Ciri khas kutu:
- Hewan sering menggigit atau menjilat tubuhnya.
- Ada bintik hitam kecil (kotoran kutu) di bulu.
- Luka kecil akibat gigitan.
- Gatal, tapi tidak separah scabies.
π‘ Fakta: Menurut Wikipedia β Scabies, infeksi scabies juga bisa menular ke manusia jika tidak segera diobati.
π Perbedaan Scabies dan Kutu
Meskipun sama-sama menyebabkan rasa tidak nyaman, ada beberapa perbedaan penting yang bisa kamu perhatikan.
| Aspek | Scabies | Kutu |
|---|---|---|
| Penyebab | Tungau mikroskopis | Serangga penghisap darah |
| Lokasi awal | Telinga, siku, perut | Seluruh tubuh, terutama punggung dan leher |
| Rasa gatal | Sangat parah, anabul sering luka akibat garukan | Gatal sedang, lebih terasa saat kutu menggigit |
| Bentuk parasit | Tidak terlihat dengan mata telanjang | Dapat dilihat langsung di bulu |
| Penularan | Cepat, bisa ke hewan lain dan manusia | Cepat antar hewan, jarang ke manusia |
| Cara penanganan | Perlu obat tungau dan pembersihan menyeluruh | Bisa diatasi dengan shampoo dan semprotan anti-kutu |
Dengan mengenali perbedaannya, kamu bisa menentukan tindakan yang tepat sejak awal.
π§ Cara Menangani Scabies di Rumah
Jika anabul menunjukkan gejala scabies, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut sebelum membawanya ke dokter hewan.
1. Gunakan Shampoo Anti-Tungau
Mandikan anabul dengan shampoo khusus yang mengandung sulfur, benzoyl peroxide, atau permethrin (khusus anjing).
Contohnya: PupPet Anti-Fungal & Deodorant Shampoo yang membantu mengangkat tungau dan menenangkan kulit.
2. Gunakan Obat Topikal atau Salep
Setelah mandi, oleskan salep khusus anti-scabies seperti yang diresepkan dokter. Hindari menggunakan obat manusia karena bisa beracun bagi hewan.
3. Bersihkan Lingkungan Sekitar
Cuci semua peralatan hewan seperti selimut, kasur, dan mainan dengan air panas. Selain itu, semprot area tidur dengan cairan disinfektan ramah hewan.
4. Isolasi Hewan yang Terinfeksi
Pisahkan hewan yang terinfeksi agar tidak menular ke anabul lain di rumah. Gunakan kandang atau ruangan tersendiri sementara waktu.
5. Pantau Perkembangan Kulit
Jika kulit mulai membaik dan bulu tumbuh kembali, lanjutkan perawatan rutin selama 2β3 minggu. Namun, jika luka makin parah, segera konsultasikan ke dokter hewan.
𦴠Cara Mengatasi Kutu pada Hewan
Berbeda dengan scabies, kutu lebih mudah dihilangkan jika ditangani sejak awal. Berikut langkah-langkahnya:
1. Mandikan dengan Shampoo Anti-Kutu
Gunakan shampoo yang mengandung bahan seperti pyrethrin atau neem oil. Pastikan tidak digunakan pada kucing jika kandungannya tidak aman untuk mereka.
2. Gunakan Sisir Kutu Khusus
Sisir kutu berfungsi untuk mengangkat kutu dewasa dan telurnya dari bulu hewan. Lakukan setiap hari selama seminggu penuh.
3. Gunakan Spray atau Spot-On Treatment
Produk anti-kutu seperti semprotan atau tetes punggung sangat efektif membasmi kutu hingga ke akarnya. Pilih produk yang sesuai dengan berat badan dan jenis hewan.
4. Bersihkan Tempat Tidur dan Lantai Rumah
Kutu dapat bertelur di karpet, sofa, atau kasur hewan. Oleh karena itu, vakum secara rutin dan semprotkan cairan anti-parasit agar tidak muncul kembali.
5. Berikan Vitamin Kulit dan Bulu
Setelah kutu hilang, dukung pemulihan kulit anabul dengan vitamin yang mengandung biotin dan omega-3 agar bulu tumbuh sehat kembali.
Baca juga: [Musim Hujan Datang, Ini Tips Cegah Jamur dan Kutu]
π§΄ Tips Pencegahan agar Scabies dan Kutu Tidak Kembali
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, lakukan beberapa langkah berikut secara rutin:
- Mandikan anabul setiap 2β4 minggu menggunakan shampoo khusus.
- Sikat bulu setiap hari untuk memantau adanya kutu atau serpihan kulit.
- Ganti tempat tidur dan bersihkan lingkungan seminggu sekali.
- Gunakan spray anti-kutu secara berkala, terutama jika sering bermain di luar.
- Jauhkan anabul dari hewan liar atau yang belum diketahui kesehatannya.
Dengan rutinitas sederhana ini, kamu bisa mencegah kambuhnya scabies atau serangan kutu baru.
π©Ί Kapan Harus ke Dokter Hewan?
Walaupun banyak langkah bisa dilakukan di rumah, ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan profesional. Segera bawa ke dokter jika:
- Kulit anabul mengeluarkan cairan atau berbau tidak sedap.
- Luka tampak membesar dan bernanah.
- Anabul kehilangan nafsu makan atau lemas.
- Gatal tidak hilang setelah perawatan 1 minggu.
Dokter biasanya akan memberikan obat oral (minum) atau suntik untuk membunuh tungau dan mempercepat penyembuhan kulit.
β€οΈ Kesimpulan: Penanganan Tepat, Anabul Kembali Ceria
Mengetahui cara menangani scabies kutu dengan benar akan membuat proses penyembuhan lebih cepat dan efektif.
Scabies membutuhkan obat tungau dan kebersihan menyeluruh, sedangkan kutu bisa diatasi dengan shampoo dan spray anti-parasit.
πΆπ±
Yang terpenting, lakukan perawatan secara rutin dan jaga kebersihan lingkungan sekitar.
Yuk, rawat anabulmu dengan produk grooming berkualitas dari Pup.Pet Care agar selalu sehat, wangi, dan bebas parasit!


